Tag Archives: Tugas

Tugas Selama Pendidikan PPDS Bedah Umum Universitas Udayana 2013

Residen bedah umum (residen adalah panggilan untuk dokter yang tengah menjalani pendidikan spesialis) di Universitas Udayana (UNUD) harus lulus beberapa jenjang sebelum dikukuhkan sebagai seorang dokter spesialis bedah (mendapat gelar SpB). Keterangan mengenai tugas dan wewenang ini dapat dilihat di http://bedahudayana.wordpress.com/hak-dan-kewajiban-residen/.

Perlu diketahui bahwa di Universitas Udayana hingga penerimaan tahun 2013 (tidak tahu selanjutnya bagaimana), residen bedah tidak digaji dan tidak mendapat insentif setiap kali menangani pasien. Selain itu selama masa pendidikan, residen bedah tidak diperbolehkan membuka praktek dokter umum maupun bekerja sebagai klinisi (alias tidak boleh menerima pasien di luar tugas PPDS di RS pendidikan). Jika membandel, sanksinya adalah dikeluarkan dari PPDS. Oleh karena itu bagi dokter yang berencana melamar PPDS bedah UNUD sebaiknya sudah memperhitungkan tabungan dan merencanakan penghasilan alternatif untuk biaya hidup dan biaya pendidikan selama masa pendidikan. Tips: sumber penghasilan selama kuliah bisa didapat dengan mengandalkan gaji sebagai PNS, jual tanah atau rumah atau harta kekayaan lainnya, minta dari orang tua, pasangan hidup bekerja untuk menafkahi keluarga, mencari beasiswa, dst. Rencanakan sumber penghasilan sebelum mendaftar PPDS supaya jangan sampai terpaksa berhenti PPDS karena kekurangan biaya.

Residen bedah Universitas Udayana akan bertugas di RSUP Sanglah (RSUP: Rumah Sakit Umum Pusat), dan beberapa rumah sakit lain yang disebut dengan Rumah Sakit jejaring. RS jejaring kebanyakan berada di Pulau Bali, tetapi bisa juga residen bedah ditugaskan ke RS di propinsi lain di Indonesia (misalnya Kabupaten TTS, Propinsi Nusa Tenggara Timur). Tugas untuk ke RS jejaring disebut juga dengan “stase luar“.

• • •

Wewenang, tanggung jawab, dan tugas residen berbeda-beda, tergantung jenjangnya. Jenjang residen bedah di UNUD adalah:

  • Observer (semester 1): belum boleh menangani pasien, hanya boleh mengobservasi
  • Jaga 1 (semester 2-6)
  • Jaga 2 (semester 7-10)
  • Chief (Semester 11-selesai)

Jaga 1 & 2 harus lewati semua “stase”, baru naik tingkat. Total stase ada 9 (9 sub bagian bedah): trauma, bedah plastik, bedah saraf, urologi, bedah thorax dan kardiovaskuler (BTKV), onkologi, ortopedi, bedah anak, digestif.

Saat jenjang Jaga 1 residen harus ikut kuliah 1 semester untuk mendapatkan combine degree (disebut combine degree karena saat lulus akan dapat gelar Master selain mendapat gelar SpB), dan stase intensif. Stase intensif adalah sebuah stase 1 bulan di bagian anestesi, jaga malam setiap 4 hari sekali.

Saat jenjang Jaga 2 ada stase luar.

• • •

Tugas residen bedah secara umum mencakup:

Visite Pagi Tugas yang harus dijalani residen bedah meliputi datang setiap hari kerja mulai dari Pk 6.00 pagi (atau lebih dini tergantung banyaknya pasien yang harus diperiksa) untuk memeriksa pasien di ruang perawatan (atau disebut juga dengan visite) dan menyelesaikan rekam medis, menerima konsultasi di poliklinik bedah, dan unit gawat darurat (UGD), hingga pk 14.00 (atau lebih sore).

Jaga malam dimulai dari selesainya jam kerja pada siang hari, hingga keesokan harinya, tepat sebelum jam kerja pagi dimulai. Tidak ada hari libur setelah jaga malam. Frekuensi jaga malam adalah setiap 3 hingga 4 hari sekali. Jaga malam bisa di ruangan perawatan maupun di UGD. Saat jaga malam biasanya residen tidak dapat kesempatan makan ataupun tidur karena pasien di Sanglah luar biasa banyaknya. (embrace those sleepless night, people!). Kalau Anda melihat ada residen yang pada pagi hari seperti zombie, kemungkinan besar residen ini baru selesai jaga malam. Beberapa kasus kecelakaan lalu lintas juga terjadi pada beberapa residen yang mengendarai kendaraan bermotor untuk pulang ke rumah pasca jaga malam dan visite pagi. Tips: saat mengantuk jangan buru-buru pulang. Lebih baik menumpang tidur di kursi/lantai rumah sakit atau menumpang tidur di kos teman yang dekat dengan RS sebelum pulang.

Presentasi Modul Residen akan mendapat petunjuk pengetahuan dan keahlian (skill) apakah yang perlu dikuasai sebagai dokter bedah umum. Semua ini terdapat di modul. Dalam 1 angkatan residen (misalnya angkatan intake Januari 2013) biasanya tugas membuat tinjauan pustaka dan presentasi tiap topik dalam modul dibagi-bagi. Misalnya 1 orang dapat tugas membawakan 2 modul. Saat presentasi, residen harus menghubungi dokter spesialis (supervisor) yang terkait dengan topik yang akan dibawakan, menyiapkan ruangan, dan mengundang residen 1 angkatan dan residen lain untuk ikut mendengarkan presentasi.

Presentasi Case Study dilakukan rutin, biasanya residen membawakan presentasi mengenai kasus yang unik atau sulit. Presentasi dihadiri dokter spesialis dan residen-residen lagi yang sedang stase di sub bagian yang sama.

Presentasi Literature Review atau Tinjauan Pustaka setelah dapat topik dari supervisor, kumpulkan artikel dari jurnal-jurnal ilmiah dan buku pegangan (textbooks) yang berkaitan dengan topik tersebut. Kalau gak punya textbooks yang diperlukan, bisa pinjam dari perpustakaan bedah atau pinjam dari koleksi pribadi sang supervisor. Untuk artikel dari jurnal ilmiah (journal articles) biasanya harus cari di internet, misalnya ScienceDirect, SCOPUS, NEJM, the American Journal of Surgery, dst. Artikel-artikel terbaru biasanya harus bayar sebelum bisa dibaca apa isi artikelnya (biasanya yang kelihatan cuma judul, pengarang, dan abstraknya saja). Tips: cari teman yang berlangganan jurnal ilmiah supaya boleh minta artikel gratis saat diperlukan.

Membawakan Karya Ilmiah untuk Seminar Nasional atau Internasional Setelah residen dapat pembimbing (supervisor), residen perlu berdiskusi tentang pembimbing mengenai judul atau topik tinjauan pustaka yang bisa dibuat. setelah tinjauan pustaka telah dibuat dan disetujui isinya, residen bisa melanjutkan dengan mengumpulkan data, misalnya data deskriptif mengenai pasien dengan cara mengakses rekam medis (butuh ijin dari kepala bagian dan dari pihak rumah sakit untuk mengakses data pasien untuk tujuan pendidikan). Bila data sudah dianalisis dan disajikan dalam bentuk tulisan, hasil tulisan dari penelitian ini dapat diajukan ke seminar nasional (contohnya MABI – Muktamar Ahli Bedah Indonesia, jadwalnya dapat dilihat di website IKABI). Bila disetujui oleh panitia, maka hasil tulisan dapat dibawakans ebagai poster maupun sebagai seminar dalam acara tersebut.

Kursus-kursus Wajib Nasional Kursus Basic Surgical Skill (BSS), USG (Ultrasonografi), Total Nutritional Therapy (TNT), Perioperative, Laparoskopy dan Definitive Surgical Skill Course.

Ujian Nasional Ujian Ilmu Dasar, Ujian OSCA, Ujian Kognitif, dan Ujian Akhir Profesi Nasional.

Ujian Lokal Evaluasi/ujian lokal dilaksanakan tiap mulai dan akan selesai stase di tiap sub bagian bedah. Bahan ujian tergantung stase yang tengah dijalani (kalau sedang stase bedah saraf, ujiannya adalah mengenai kasus bedah sarah dan penanganannya)

Sumber: dr. Teguh D. Nugroho, PPDS Bedah Umum Universitas Udayana intake 2011

• • •

Cek artikel lain mengenai pendaftaran & seleksi, biaya kuliah & biaya hidup PPDS Bedah Umum UNUD.